Tag: Tone

Tune, Time and Tone

Memainkan instrument atau menyanyi akan selalu berdasarkan tiga unsur utama: Tune, Time dan Tone

Tune

Tuning bisa didefinisikan:

Tuning hunbungan antara dua nada atau lebih. Hubungan tersebut akan menjadi patokan dan indikator apa nada yang dimainkan baik atau kurang baik. Patokan tuning bisa statis (dimana sudah ada nada yang fix sebagai patokan), atau dinamis (dimana semua nada yang dimainkan bisa diubah sesuai kebutuhan).

  1. Tuning statis biasanya ada bila nada tidak bisa diubah saat bermain secara langsung, seperti piano, keyboards, synth, dll… Dan bila ada alat lain yang bisa berubah tuning, pemain akan mengubah sesuai keperluan terhadap instrumen yang fix.
  2. Tuning dinamis adalah bila semua instrumen yang sedang bermain bisa mengubah tuning secara realtime atau langsung, dan pemain akan mengadapatiskan tuning nya terhadap pemain yang lain. Sementara pemain yang lain juga melakukan nya. Sering terjadi bila sedang bermain orkestra, atau ensemble.

Kemampuan mendengar dan membedakan tuning yang baik dan kurang baik adalah salah satu kemampuan terpenting saat bermain instumen ata menyanyi.

Time

Bermain dengan ritme tertentu atau kemampuan bermain secara bersamaan adalah yang kita sebut Time

Seperti Tuning, bermain dengan Time yang baik bisa terjadi secara individual atau secara kelompok.

  1. Bila sendiri, kemampuan untuk bermain dengan tempo atau ritme yang jelas dan ter-rencana adalah unsur yang penting. Perbedaan antara bermain tanpa “time” atau dengan “time” yang baik, adalah apakah dimainkan secara sadar dan terkendali atau tidak terkendali, dan tidak teratur.
  2. Bemain dengan ketepatan adalah skill yang sangat penting bila bermain dengan musisi yang lain dalam format ensemble atau orkestra. Sedikit beda dengan bila bermain sendiri, bermain bersamaan dengan musisi-musisi lain, membutuhkan kemampuan tambahan, yaitu beradaptasi terhadap Time (Pulse) yang dihasilkan oleh ensemble.

Tone

Bila seorang musisi sedang bermain, hal yang paling nyata akan diperhatikan oleh pendengar, adalah Tone atau suara yang dihasilkan oleh musisis tersebut.

Pada umumnya, pendengar awam tidak akan terlalu kritis terhadap Tune dan Time (walaupun akan menjadi patokan tanpa sadar, apa suka/tidak suka) tetapi Tone akan menjadi salah satu penentu awal utama, apakah enak/tidak enak, suka/tidak suka oleh pendegar.

Kemampuan mendengar dan mengevaluasi tone akan menjadi faktor yang penting bagi seorang musisi bila ingin memainkan instrumen atau menyanyi dengan baik. Kualitas dari apa baik atau tidak baik Tone tersebut akan menjadi selera pemain. Walaupun bebas memilih, pemain/penyanyi tetap akan mengendalikan tone secara sadar, dan tidak secara untung-untungan.

Hal yang penting adalah kemampuan membedakan tone baik/ kurang baik dan menganalisanya.

3T – Tune Time Tone

Ketiga-tiga unsur harus selalu hadir dan di evaluasikan secara dinamis saat latihan dan bermain, bila ingin berkembang dan mencapai skill musisi yang tinggi.

Cara latihan dan Tools yang akan membantu

  • Tuner
    Latihan menggunakan tuner akan meningkatkan kemampuan dan kritik terhadap pendengaran Tuning
  • Metronome
    Manfaat latihan dengan metronome sudah tidak bisa ragukan, ketepatan ritmis memerlukan latihan rutin menggunakan metronom
  • Recording
    Untuk membantu mengembangkan pendegaran Tone, metode rekaman adalah satu-satunya yang bisa digunakan untuk menyadarkan pemain, apa tone sudah baik, sesuai keinginan.

All in One Tool – YAMAHA HD-300 HARMONY Director

YAMAHA HD-300 Harmony Director

YAMAHA Music telah mengembangan HD-300 Harmony Director untuk membantu pengembangan 3T dengan terintegrasinya Tuning, Metronome dan alat perekam. Dengan menggunakan nya, pengalaman pelatih dan guru musik sangat positif dalam menghasilkan musisi unggulan dengan lebih cepat dan mudah.

Latihan menggunakan YAMAHA HD-300 akan mengembangkan 3T dengan baik

Tone Builder – Trumpet Tutorial (Bahasa Indonesia)


Mengembangkan Tone dengan Long Note Practice

Warna suara (tone)¬†adalah bagian yang paling penting saat memainkan musik dengan instrumen apapun. Bagi pemain alat brass, tone bersifat pribadi dan adalah suatu “kompilasi” dari berbagai pengalaman mendengar dan juga kepribadian seseorang.

Yang menjadi tantangan adalah, berbeda dengan instrumen musik yg lain, pemain brass harus menciptakan bunyi dengan menggunakan sinkronisasi getaran bibir, posisi lidah, tenggorokan dan pernafasan. Alat brass sendiri hanya sebagai amplifikator.

Untuk meningkatakan keindahan tone, yang akan selalu di usul oleh pelatih dan guru, adalah berlatih ‘Long Tone”. Akan tetapi cara-cara latihan dan tujuan long tone sering di abaikan, sehingga ¬†sering kali tujuan utama latihan “Long Tone” tersebut tidak tercapai dengan baik.

Berikut adalah pembahasan bagaimana kita bisa meningkatkan keindahan permain musik brass.